Postingan

Hati-Hati Perihal Hati

Gambar
Gue nggak tau kenapa kita justru balas-balasan perihal kayak gini di postingan blog masing-masing. Yeah, I know, this is us . Itu adalah cara kita nunjukkin apa yang harus kita tunjukkin seolah-olah ini cuman prolog yang bakal berarti kalo lo buka blog gue dan baca postingannya. Mungkin nggak ada yang salah sama kita, Ki. Nggak ada ketentutan yang melanggar seorang sahabat buat minta sahabatnya balik lagi, nggak ada aturan yang bilang kalo sahabat lo bakal mati selama-lamanya saat kalian udah nggak  jadi kalian lagi. Semuanya cuman tentang bagaimana kita menghadapi situasi ini aja, kan? Sejak dulu permasalahan kita terletak pada bagaimana sikap kita nerima keadaan yang serumit ini. Bukan soal lo yang berubah jadi sok sibuk atau gue yang jadi manusia pemakan waktu, tapi ini semua karena kita yang nggak pernah kayak gini sebelumnya. Kita nggak biasa. Kita nggak bisa. Gimana mungkin gue bisa ngelupain lo, Ki? Selama ini gue cuman belajar buat bisa terbiasa hidup tan...

Karma? Hukuman?

Gambar
Akhir bulan Mei, di mana segala sesuatu di akhir bulan senantiasa bikin gue jadi manusia super sibuk yang hidup dalam kelimitan karena masalah finansial, mulai dari dompet menangis, duit menipis, kuota mau habis dan persedian stock pos-pos kepentingan gue juga musti harus diisi. Di tengah kemelut kayak gitu, gue musti ngejar deadline jurnal, laporan, dan tugas kuliah lainnya yang nggak bisa selesai dalam waktu satu hari, dikarenakan faktor mata gue yang nggak tahan lama-lama di depan pc buat ngerjain hal kayak begono. Syukurnya, minggu tenang dan bulan suci Ramadhan bikin gue bener-bener adem dan ngerasa fresh banget sebelum akhirnya  gue musti flashback ke masa-masa sialan yang tiba-tiba aja muncul dipikiran gue karena sosok manusia berkepala koala berhati serigala. Gilanya adalah dia ngirimin gue ucapan yang justru gak sinkron sama suasana bulan Ramadhan. Maksudnya apa coba? He called me for many times . Bukan karena gue nggak mau ngangkat. Cuman HP gue waktu ...

April

Gambar
        April. Rasanya ini bulan terberat dalam 4 bulan pertama di awal tahun 2017. Gak tau aja, rasanya ada banyak hal yang bikin segala sesuatu yang terjadi di bulan April seolah bikin gue murka. Di awal bulan, mega bestfriend gue yang udah lenyap dalam ingatan gue tiba-tiba kembali muncul sambil ngirim vn lagu rahasia hati punya ndji. Bego kan,ya? Padahal kita udah lost contact sejak 11 desember tahun lalu. Sumpah, gue bener-bener pengen nyumpahin dia karena udah restart sesuatu se-sialan itu. Begonya lagi adalah gue meneteskan airmata karena denger lagu kampret yang bahkan masih terngiang-ngiang di telinga gue sampai sekarang. Gak tau aja, lagu itu kayaknya emang bakal jadi lagu terbaik sepanjang masa yang nyeritain kisah gue sama dia. Oh, Lord, lebay banget gue sumpah. Cuman rasanya waktu itu  gue bisa balik ke masa-masa saat gue masih baikkan sama dia, saat kita masih sama-sama, saat kita masih jadi kita, saat kita masih punya kita. And akhirnya gue c...

Diperluin Saat Dibutuhin

Gambar
Hello, after spend a long journey to start this one and begin again to type on this keyboard! I miss my qwerty form! From the other side, for all of you, my readers, I’m back! All right, for this moment of time, gue pengen ngeposted about something in your daily life as a someone that needed by somebody who call you when he or she needs you to do something to her or to him, exactly. Yang bikin gue bingung adalah, Why I have to be kind to someone? Why? Why I have to grow and develop as a kind one? Ini masih belum masa-masa ujian, jadi rasanya semua orang disekitar gue masih bisa gue definisikan as a friend that fight together with me; in hard times, busy times, difficult times dan mereka masih bisa get laugh from me in happy times, fun, enjoy every moment and every single day feels like an pretty good for us. Pernah jadi orang yang diperluin saat dibutuhin? I need you cuz I want you? Atau I want you cuz I need you? Tolong bedakan antara “keperluan” dan “ke...

Bukan Anak Sekolahan

Gambar
Gini, ya. At least, gue sekarang udah jadi mahasiswi, and I’m not a teenager lagi yang kalo apa-apa musti dikomando. Okelah, kalo misal dari SMP sampai SMA semua tugas kelompok yang consist of almost delapan orang cuman dikerjain sama gue sendiri si, okay, it’s okay, no prob. Anak SMP ingusan, sibuk nyari jati diri, sibuk ekskul segala macem, ga bisa pulang telat. And then, kalo udah SMA sibuk les buat UN, sibuk ngurus PTN, sibuk daftar kuliah dan itu-itu lah. And, now, lo it udah mahasiswa. Ingat ya, MAHA. Tinggi banget tu status lo. Please jangan bawa-bawa habit masa sekolah lo yang ugh… ga nyenengin itu ke dunia kampus. Lo dulu kalo sekolah doyan nyontek, ranking 1, bangga, itu kurang ajar. Ga ada etika orang terdidik. Sorry, ya, gue kzl mampus sama orang-orang yang suka nyontek, udah gitu dia pamer lagi kalo dia nyontek, dan yang bikin gue pengen nonjok muka dia adalah DIA BANGGA. WHAT the hell are you doin’? Dan kalo sekarang, lo kuliah, trus nyontek, IP tinggi, b...

Kacamata Hukuman Mati

Milik Eksekutor Jilid I Pertentangan hati nurani dan sifat dasar sebagai seorang manusia dengan sumpah seorang prajurit dan tugas negara. I think that Governor’s phone is broken. He hasn’t called yet. -David Matthew “Menarik pelatuk itu mudah, tapi yang lebih sulit adalah membiarkan peluru dari pelatuk yang kita tarik menyentuh korban, tepat dan langsung.” Prosedur Hukuman Mati terdiri atas tujuh tahapan (cr : tribunnews and google connection). Yakni : 1.       Menentukan tempat eksekusi, di Lapangan Tembak Tunggal Panaluan, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. 2.       Menentukan waktu eksekusi, dilaksanakan 3x 24 jam setelah korban hukuman mati menerima informasi mengenai jatuhan hukuman yang diberikan kepadanya. 3.       Menentukan mereka yang berhak hadir dalam pelaksanaan eksekusi, terdiri atas kelurga dekat, pejabat kepolisian, rohaniawan, dan dokter. 4.    ...

Patuah Handak Kalas 3 SMA

       Pambawa Habar : Bedua kakawanan bajalan baimbai, baputar-putar malangkahi batu ganal di parak pahumaan. Badua ngitu baniat handak maambili kawan babuhannya, Idah nang rumahnya di hilir pahumaan parak langgar Haji Madi. Pambawa Habar : Sasampainya di muka rumah Idah. Amin : (Malapas tas sakulah, manjulung ka ipau) “Cikuti, Pau” Amin : “Idah!!! Idah!!! Jaedah sakulah!” Pambawa Habar : Ipau ni pina sakit talinga mandangar Amin bakuciak Ipau : “Cuba katuk lawangnya, Min.” Amin : “Ih jua lah.” Pambawa Habar : Lalu Amin mangatuk lawang rumah Idah. Idah : (Kadangaran dari dalam rumah) “Uma!!! Nga-nga-nya! Shubuh hanyar uy!” Ipau : (Maniwas ka Amin) “Nah lo ikam ni, jar ku jua. Hanyar bangun inya tu.” Amin : (Bakuciak Amin) “Dah, ku hadangi di muka nah. Lajui, kadusah bekapur katiak kam!” Ipau : “Marigat Amin ni.” Amin : “Inya tu pau ay dasar kaytu.” Saifuddin : (Sakalinya dari dalam rumah) “Uy badua! Manyambati...