Postingan

RPP Program Kaktus Laporan Kawin

Gambar
Dokumen Penulis Okay, di postingan gue kali ini gue dibarengin sama Been Already A Year punya Sung Ha Jung. Idk where I have to start, Idk how to say, and Idk how to tell my biggest disappointment tentang hal-hal yang belakangan terakhir sempat terjadi dalam hidup gue. Berhubung postingan terakhir kemarin di 02 April, dan sekarang udah 11 Juni, it means gue udah dua bulan lebih nggak ngasih kabar apa-apa di sini #cielah. Dan dalam kurun waktu itu banyak banget hal-hal yang menjerit di dalam benak gue, dan nggak sedikit yang perlahan tapi pasti one by one gue bisa mencerna makna dari apa yang udah gue alami. Sekedar kabar bahagia aja, beberapa hari yang lalu Alhamdulillah gue baru aja nyelesaian laporan terkahir gue. Dan untuk ke depannya gue nggak bakal nulis-nulis kayak begituan lagi. Insha Allah, ntar giliran gue yang nyoret-nyoret laporan orang. Okay, mari kita buka kisah ini dengan kesedihan gue saat berhadapan dengan dosen pembimbing matkul PSM. Emang Fauzia ...

The Way I Thought

Gambar
Dokumen Penulis A Pearl Ray In Light, that’s April! Berangkat dari janji gue beberapa waktu yang lalu, pada postingan kali ini gue bakal berbagi kesan dan sense yang udah pernah gue dapetin sebagai mahasiswi pendidikan fisika di kampus kuning (read : bukan UI) Sebenarnya ini sekalian buat ajang promosi juga, biar yang pada bingung mau kuliah apa nggak kayak orang ling-lung lagi. And all of those are my own story, pengalaman pribadi yang mungkin aja bisa beda sama mahasiswa lainnya, atau justru bisa mewakili apa yang mereka rasain. Warning dulu, deh, postingan ini bersifat persuasive. Jadi, kalo ngerasa nggak kuat, mending nggak usah baca. Okay, langsung aja, nih. Gue mau flashback ke masa-masa balaha, di mana waktu kelas 3 SMA gue dijejelin sama option-option masa depan. Sayangnya, dari sekian option yang ditawarkan, kagak ada option buat menikah (kamvred). Yakali, gue juga nggak siap nikah, cuman option yang ditawarkan itu sempit banget. They said to me like t...

These You Must

Gambar
Dokumen Penulis Awal bulan Maret. Di mana ada beberapa kejadian yang nggak mengenakan terjadi dalam kurun waktu tersebut. I can’t say what I have to say. Sangking nggak tahu mau ngomong apa, I just feel something going to be whatever God wanted. I never expected this one, before. Till I realize, I was wrong, I did some mistakes. Well, meski sebenarnya pengen banget ngeluarin uneg-uneg di sini, tapi yaudah lah. Toh, sekalipun dikeluarin di sini, yang diomongin juga nggak bakal tentu baca. Jadi, minggu kedua di penghujung bulan Maret adalah minggu-minggu tersesak dan terpepet. Rasanya waktu berjalan cepettt banget. Mata kuliah yang levelnya “Acekewer” semacam mekanika dan elektronika dasar dua, bahkan belum di retouch sama sekali. Padahal niatnya udah bulat, ehhh taunya kebentrok ama tugas yang lain. Apalagi belakangan ini gue cepet banget ngantuknya. Kuliah jam lima aja, udah mau kelelep. Mungkin karena faktor bangun pagi “yang kepagian” dan tidur malam “yang kemalaman” ...

Favourite

Gambar
The Most Favourite I look on the bright side when I hit the nail on the head. Yuhu, ini postingan pertama di awal bulan Februari. Well, yang pada lahir di bulan kedua Kalender Masehi ini musti flashback sedikit ke belakang, deh buat nyari tau makna Februari dari sudut pandang berbagai negara di dunia. It has a blast, really. The last old days, I give it a shot dan sempat baca-baca dari beberapa artikel kalo bulan Februari itu diambil dari Bahasa Latin, Februus (yang artinya dewa penyucian). At least, gue sempat takjub sendiri, there’s so many culturally object yang nggak pernah luntur di makan waktu. Emang, sih, kalo kita bicara kebudayaan, itu artinya kita bicara tentang segala aspek kehidupan manusia. Mulai dari aspek ekonominya, aspek ideologinya, aspek kesehatannya, aspek hubungan sosialnya, and the others which impossible to put one by one. Into the title of this posted, so what’s your favourite? (Pembukaannya rada nggak nyambung, ya???)...