Essai Topik 9 (Pertemuan 11): Problem Solving Assessment (Fauzia Dwi Sasmita_210321868017) Kemampuan pemecahan masalah adalah salah satu komponen yang ada dalam disiplin ilmiah termasuk fisika, karena berhubungan dengan fenomena atau permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Pemecahan masalah adalah bagian dari kecakapan berpikir yang diintegrasikan kedalam kurikulum dengan tujuan mengembangkan potensi siswa dalam menghadapi perannya di masa mendatang. Usaha dalam proses memecahkan masalah dengan memusatkan perhatian serta berpikir positif, kreatif yang dilakukan secara sistematik. Secara singkat pemecahan masalah diungkapkan sebagai kemampuan seseorang untuk mengatasi suatu masalah (Ince, 2018) . Seseorang dapat dikatakan telah memecahkan masalah jika sudah mengesampingkan kesenjangan masalah yang ada tanpa menimbulkan masalah baru (Maulani et al., 2020) . Penilaian dalam pendidikan harus dilakukan untuk mengukur kemampuan kognitif siswa, dan diharapkan dapat meningkatkan ...
Untuk yang sudah mengajarkan Pada siapapun yang telah mengajarkanku, tentang segala hal; apapun itu. Baca, tulis, kata, puisi, cinta, fisika, semesta, kehilangan, ditinggalkan, perjuangan, harapan, kegagalan, kesedihan, airmata, luka, tawa, bahagia, kecewa, cemburu, pilu, dan 1001 hal lainnya yang telah membentuk diriku menjadi aku yang sekarang. *** Pada yang sudah diajarkan Pada aku yang telah diajarkan tentang segala hal dan menerimanya tanpa banyak ba-bi-bu. Tidak ada satupun kata yang lebih pantas kuutarkan untuk kamu yang tak pernah berhenti untuk terus menjadi. Terimakasih; tulus dari hati. Aku dan Egoku
Lights Will Guide You Home (Inspirated by Coldplay - Fix You) Riani Senja di tengah pantai Kuta, dengan horizon di ujung pantai yang masih menjadi misteri. Nggak salah, kenapa ilmuwan ama ahli kosmologi mati-matian nyari tau apa yang ada di belakang horizon sana. Karena sampai detik ini kita semua nggak ada yang tau apa objek yang menemani matahari saat ia terbit dan terbenam. We just know that it’s sunrises and sunsets. Ini sore terakhir dari One Week My Trip - gue di Bali bareng Kiki. Nggak habis pikir gue, akhirnya rencana gue bareng dia buat holiday di Bali bisa terwujud. Perlu perjuangan keras buat bisa sampai di tempat ini. Iya, gue ama Kiki rela nggak jajan selama tiga bulan tiga puluh hari alias empat bulan lamanya biar bisa beli tiket PP dan nginep di resort Kuta. Bayangin selama empat bulan gue nggak jajan, dan empat novel bestseller yang harusnya udah berderet di meja belajar gue akhirnya masih aja...
Hhmmm, mungkin yang kaka tangkap dari ceritanya adalah kenangan :v
BalasHapusmakasih sudah mampir :)
Hapus