Postingan

Petrichor

Petrichor “Kamu ingat? Kapan terakhir kali kamu bermain riang di bawah guyuran hujan?” Sore itu langit kembali beraksi. Menghibur puluhan anak bumi lewat nadi-nadi mutiaranya. Mengguyur puluhan mobil dan kendaraan lainnya yang terperangkap dalam kemacetan panjang yang tak ku lihat ujung pangkalnya dari mana. Sesaat halte bus ini sudah penuh sesak oleh kerumunan orang-orang yang berteduh. Tempias hujan menghujam kaki kami yang sebagian besar  hanya memakai sendal. Ku biarakan saja sang tetes kehidupan itu menyelimuti udara yang begitu ku rindu. Sudah lama aku menunggu kedatangannya. Karena sejak 2 bulan yang lalu dia absen tanpa ada cerita. Ya, tanpa ada cerita. Setidaknya hujan memberiku banyak kata-kata yang mampu ku rajut menjadi kalimat dan ku rangkai menjadi sebuah ide ide akan pesan untuk seorang diatas sana. “Shit! Rain is bad!” gerutu seorang pemuda yang dari ujung rambut hingga ujung kakinya basah oleh guyuran hujan. Dia mengumpat karena buku sketsanya tak sempat te...

Hutan Kota

Hutan Kota “Sayangilah bumi ini sebagaimana kita menyayangi orang-orang di sekitar kita” “Alya jadi pergi?” Suara bu Betty membuyarkan lamunanku yang sedari tadi hanya duduk lesu didepan jendela ruang makan. “ N ggak tau bu, cuaca lagi nggak nentu kayak gini” jawabku sedikit tidak bersemangat, mengingat rencana yang telah ku siapkan seminggu lalu, nampaknya kembali harus diundur. “ A jak Angga aja Alya, dia pasti bisa bantu kamu” usul bu Betty dengan mengumbar senyum ramahnya. “ D ia nggak searah sama  saya bu”ku tolak sedikit usul yang hamp i r setiap hari itu ku dengar. “ T api kamu sama dia itu kan sudah berteman lama” “ B erteman lama pun nggak mesti searah” Ku angkat tubuhku untuk berdiri meninggalkan ruang makan. Bu Betty memang selalu berhasil membuatku menjadi gadis yang banyak bicara. Terlebih bila mengenai Angga. Ya, Angga Prayuditama yang sosoknya hampir tidak terlihat sejak seminggu yang lalu. Teman terbaik sekaligus sahabat setiaku ya...