Postingan

Scientific Reasoning Assessment

Gambar
  (Tanggapan Berupa Essay Kecil Penilaian Autentik  S2 Pendidikan Fisika UM, Mei 2022) Scientific Reasoning merupakan gabungan antara kemampuan berpikir dan menalar yang terjadi secara bersamaan dalam satu kegiatan ilmiah. Reasoning atau menalar adalah strategi kognitif yang melibatkan literasi sains untuk mengevaluasi informasi berupa pemahaman konsep, teoritis, dan hipotesis. Scientific Reasoning memberikan keuntungan bagi siswa untuk dapat berargumen, membuat kesimpulan, dan mengkomunikasikan konsep beserta arti fisisnya dengan baik (Ding, 2014; Rimadani et al., 2017; Zafitri et al., 2019). Scientific Reasoning menjadi strategi penting bagi siswa untuk mengasosiasikan pengetahuan baru terhadap pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya (She & Liao, 2010). Kegiatan ilmiah yang melibatkan kemampuan SR dengan baik, mengakibatkan suatu pengetahuan yang diperoleh akan bertahan dalam jangka waktu yang lama (Lawson, 2010; Wu et al., 2016; Xiao et al., 2018). Adapun indikator Sci

Scientific Argumentation Assessment

Gambar
(Tanggapan Berupa Essay Kecil Penilaian Autentik  S2 Pendidikan Fisika UM, April 2022) Essai Topik: Scientific Argumentation (Fauzia Dwi Sasmita_210321868017) Suppe (2000) dan Duschl & Osborne (2002) mengemukakan bahwa argumentasi ilmiah merupakan dialog antara dua atau lebih individu yang mengkoordinasikan fakta dan teori untuk memberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang suatu model, prediksi atau suatu evaluasi. Dalam dunia pendidikan argumentasi sering digunakan untuk memberitahu dan membujuk orang lain untuk menguatkan sesuatu. Duschl and Osborne (2002) memberikan contoh argumen dalam pembelajaran sains, yakni guru memberikan eksplanasi ilmiah kepada siswa untuk membantu mereka memahami eksplanasi ilmiah tersebut sebagai suatu alasan (reasoning). Argumentasi dapat diartikan pula sebagai eksplorasi yang sistematis dari suatu konfrontasi teoritis (theoreticalconfrontation) melalui koordinasi bukti-bukti yang menggambarkan hasil observasi empiris atau hasil eksperimen tentan

Critical Thinking Assessment

Gambar
(Tanggapan Berupa Essay Kecil Penilaian Autentik  S2 Pendidikan Fisika UM, April 2022)     Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang perlu dikembangkan pada abad 21. Berpikir kritis didefinisikan. Indikator berpikir kritis menurut Ennis (1996) ada lima yaitu (1) mampu merumuskan pokok-pokok permasalahan; (2) mampu mengungkap fakta yang dibutuhkan dalam menyelesaikan suatu masalah; (3) mampu memilih argumen logis, relevan, dan akurat; (4) mampu mendeteksi bias berdasarkan sudut pandang yang berbeda; dan (5) mampu menentukan akibat dari suatu pernyataan yang diambil sebagai suatu keputusan. Selanjutnya Garnison, et al (2001) membagi keterampilan berpikir kritis menjadi empat yaitu: (1) trigger event /cepat tanggap terhadap peristiwa, yaitu mengidentifikasi atau mengenali masalah dengan cepat, (2) exploration/eksplorasi, memikirkan ide personal dan sosial dalam rangka membuat persiapan keputusan, (3) integration/ integrasi, yaitu mengkontruksi ma

Problem Solving Assessment

Gambar
Essai Topik 9 (Pertemuan 11):  Problem Solving Assessment (Fauzia Dwi Sasmita_210321868017)   Kemampuan pemecahan masalah adalah salah satu komponen yang ada dalam disiplin ilmiah termasuk fisika, karena berhubungan dengan fenomena atau permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Pemecahan masalah adalah bagian dari kecakapan berpikir yang diintegrasikan kedalam kurikulum dengan tujuan mengembangkan potensi siswa dalam menghadapi perannya di masa mendatang. Usaha dalam proses memecahkan masalah dengan memusatkan perhatian serta berpikir positif, kreatif yang dilakukan secara sistematik. Secara singkat pemecahan masalah diungkapkan sebagai kemampuan seseorang untuk mengatasi suatu masalah (Ince, 2018) . Seseorang dapat dikatakan telah memecahkan masalah jika sudah mengesampingkan kesenjangan masalah yang ada tanpa menimbulkan masalah baru (Maulani et al., 2020) . Penilaian dalam pendidikan harus dilakukan untuk mengukur kemampuan kognitif siswa, dan diharapkan dapat meningkatkan keberhasi